…dan musimpun berganti…

April 17th, 2007 by masoed

Sampai sore ini, udara masih panas, suasana masih panas, masih seperti
tahun lalu, menguning, dan panas. Ya, musim akan segera berganti, panas
akan segera datang, musim dingin mulai beranjak pergi, pergi entah
kemana, karena sebelahan dunia bermusim sama.
Musim dingin akan
segera beranjak pergi, meninggalkan selimut-selimut dekil yang segera
dicuci, siring dengan berakhirnya Jomblo Serial TV! ..ah, betapa tidak
nyambungnya.. maklum, akhir-akhir ini saya terlalu sering nongkrong
dikakus.. eits, maksut saya kaskus.us..

Musim segera berganti,
dingin menjadi semi, lalu panas. Namun, jarang sekali dirasakan adanya
musim semi dibumi kinanah ini, karena yang terasa hanya dingin dan
panas. Beberapa hari ini memang sering kita rasakan cuaca yang tidak
mengenakkan, mulai perut terasa mual, kepala berputar-putar, lalu badan
terasa capek.

Hari ini menjadikan agenda yang sudah lama saya
nantikan tak terlaksana, yakni kuliah tiap hari!! ehuehue… *narsis*
itu tidak lain dikarenakan musim ujian yang sudah mendekat dan memaksa
kita menghenkan kegiatan kita sehari-hari.
sejak pagi setelah bangun
yang kebetulan gak kesiangan, saya sudah berfirasat bahwa hari ini
anginnyaa kenceng, pantesan aja saya tau karena memang dijendela serasa
ada yang mengetuk-ngetuk, pintu kayak ada yang mendobrak-dobrak. ah,
bakal ada yang ga beres nih, batinku.
e, ternyata benar, sampe
siang, sampe waktu dimana saya harusnya sudah ditempat pemberhentian
bus, angin tak kunjung reda, malahan debu yang biasanya lembut, kali
ini ikut ikutan berhamburan. waduuuh.. *pura-puranya ngeluh..lol!*
semua barang didalam rumah dilapisi oleh debu.. busyedd..

ya sud
[biasanya dibaca : yasudah], akhirnya saya mengurungkan niat untuk
tidak kuliah, sementara itu perut sudah menunjukkan ketidak beresannya,
karena sedari malem gas abis. dan kita harus tawsil alias delivery dari
warung yang jaraknya cuman seratus meter.. kikiki.. sampe se-siang ini
penjual gas yang biasanya memukul-mukul tabung gas dengan obeng ~biasa
kita sebut dengan teng-teng~ ga satupun yang berkeliaran.

sampe
akhirnya saya memutuskan untuk melaksanakan agenda saya yang entah
berapa lama belum pernah terlaksana. yaitu merubah layout blog yang ga
pernah diapdet!! tepatnya di multiply.com!

ya
suda, seharian ngutak-ngutek script itu.. dan akhirnya jadi sedemikian
jadinya.. paling tidak bisa mengurangi rasa laper lah.. huehehueu…

ya sud, intinya saya hanya mau mengatakan bahwa musim segera berganti. gitu aja ko repodd!!

dan
yang paling penting dari semua yang penting adalah. ujian semakin
mendekat, diktat harus segera dibaca=dikalahkan, dan segala aktifitas
yang ga penting harus segera dihentikan. ibadah-ibadah yang jarang
dilakukan harus ditambah, berusaha dan berdoa..

nb. [artinya nambah] : maksut dari judulnya "musim ungglak-unggluk berganti menjadi musim ujian"

skali lagi perkenalkan ‘aku’

June 1st, 2006 by masoed

Sunriseatsinai
Hanyalah lelaki iseng yang tak ingin tersakiti oleh siapapun, mencoba tuk membuka diri lewat selisik delik kepenatan yang menghimpit, mencoba menerka alur jalan yang tak lagi berwarna. Sesekali mencoba tuk lebarkan sayap lewat kekuatan yang ada, namun hanya hampa yang selalu dirasa, kering dan tawar.

Ketika ku tak mendapati jawaban atas kata, aku slalu berharap pagi tak lagi menyapaku dengan sengatan silaunya. Mengingatkanku akan terik siang yang memanja disuatu kota lama. Aku tak ingin mengingat siang yang menyembulkan senyum malu tertunda karena aturan yang ada.

Ketika siang kudapati diriku bergumul peluh penat. Aku tak lagi mengingat siapapun, bahkan orangorang yang selalu melintas di alam bawah sadarku juga sekeliling nyataku, aku tak ingin menerima senyum yang ditawarkan oleh sekitarku, senyum palsu yang menyeretku pada penderitaan baru.

Aku mencoba sadar diri atas alpa yang mengharuskanku puasa mutih seribu tahun dengan tanpa mengingat masa itu. Sakit, batok kepalaku tercucuk-cucuk duri yang menyempit. Meng-adzabku lewat penderitaan tak tertahankan tanpa seorangpun disekitarku tahu.

Sudahlah…. hanya kata itu yang berkalikali kukatakan pada darah yang mengaliriku. Mencoba bertahan atas kesengajaan yang kusesalkan. Lari dari deritderit mimpi yang membuai nyenyakku. Aku sadar berat akan itu, namun slalu kucoba untuk terus perpacu dengan padu yang menemaniku.
Pffh!! sesekali setiap hari kudengar suarasuara aneh disekelilingku mengingatkanku pada hari itu. Memaksa otak memoryku mengadukaduk sesuatu yang tertimbun malu. Memuntahkan kata yang tak seindah suara sendu dulu. Ku coba meminta maaf atas itu. Namun, terulang dan slalu begitu.

01/04/2006 12:29:43

kairo hujan debu

May 6th, 2006 by masoed

Hujan_debu  Aku terperanjak, kaget. Ketika tibatiba kuterbangun dari tidur siangku, dan mendapati luar kamar berwarna kuning, semua serba kuning. Angin beterbangan mengacak-acak seluruh balkon rumahku. lemari bekas, karpet-karpet kumal itu berjatuhan berjuntai tak karuan. Debu-debu beterbangan bermain-main bersama udara yang teraduk-aduk oleh angin liar. Semua serba kuning. Aku tak lagi bisa menghirup udara segar dikamar ini, semua hanya bau debu bercampur pasir yang selalu kudapati disetiap sudut ruangan didalam rumahku. debudebu itu semakin menusuk hidung dan mencoba untuk memenuhi seisi dadaku.Hujan_debu02_2

Sebelumnya, siang tadi udara diluar memang terasa sangat berbeda.  Angin yang berusaha menyelusup lewat sela-sela jendela terasa panas sekali, tidak seperti biasanya. Akupun berusaha menganggap biasa panas ini, karena pemutaran jam sudah dilakukan seminggu yang lalu, sebagai tanda musim panas sudah menjemput.

Namun, ketika kudapati sore yang tak bersahabat untuk sekedar "Je-Je-eS" akupun mengurungkan niat untuk keluar rumah sore ini.

Hujan_debu03_2 Saat aku mencoba keluar rumah, kulihat kuning masih saja mewarnai angkasa. Namun demikian, aktifitas diluar tetap berjalan seperti biasanya. Klakson-klakson mobil, suara-suara bentakan orang Mesir masih terdengar dari dalam rumah. Akupun mencoba berlari kepinggir jalan mencoba mencari sesuatu yang berbeda dari kejadian ini. Namun, hanya kuning yang kudapati. Klakson-klakson itu masih terus saja di bunyikan dengan keras, juga lampu-lampu mobil yang dinyalakan, makin mewarnai sore ini.

Hayy el-Asyir, 06/05/2006 18:46:57

mohon doanya [mau ujian]

May 2nd, 2006 by masoed

Sebelumnya memang semua itu berawal dari kedatangan didunia baru yang mungkin mengharuskanku berada jauh diperantauan. Aku tak tahu jelas tentang tanda tanya yang selama ini menemani langkah, dengan mulai bangkit dari gontai yang melelahkan hingga menyita sedetik sisa waktu yang berkepanjangan.

Sebentar lagi 23 telah menjemputku, itupun kalau aku masih mampu bertahan dalam kesepian yang merajam. Takutku akan waktu yang makin mengejar mengantarkanku dalam ruang sempit yang makin menghimpit. Duniaku sesak akan ayal dan harapan yang tak berkesudahan. Aku terus dikejar tuntutan yang memaksaku memberikan sedikit toleransi waktu membujuk asa yang mengambang menjadikannya bintik-bintik berwarna jingga untuk kemudian kuwarnai dengan dunia yang menyapaku penuh canda tawa.

Ketika ujian kembali menjemput laju langkah yang sempat terhenti beberapa masa, aku mulai berpikir tentang waktu yang tak lagi muda untuk sekedar menikmati masa sulit. Aku tak mau bertengkar dengan orang orang yang kusayangi hanya karena aku terlambat dalam bertindak. Terlalu lamban dalam mengambil keputusan. Aku tak tega melihat orangorang yang menumpukan harapannya padaku kecewa karena kekurangan yang kuderita belum juga kupenuhi. Aku juga pengen seperti mereka yang bisa dan mampu untuk membahagiakan orang tua.

Ujian kali ini memberikanku harapan baru untuk menapaki langkah yang lebih tinggi, mencoba memaksa diri untuk tidak terus menopang hidup orang lain. Walaupun kurasakan itu sangat berat, namun aku yakin, semua itu takkan selesai tanpa kuhadapi dengan mata terbuka dan hati yang mengerti.

Aku tahu, aku tak sekuat kamu, kau dan dia dalam berfikir. Aku tak secerdas itu dalam menjawab soal ulangan, juga dalam segala hal. Walau kadang aku lebih dulu tahu, tapi selalu saja orang lain disekitarku akan segera mendahuluiku dan melesat lebih jauh. Mungking karena waktu yang terus saja mengejarku mengalahkanku, kemudian menertawakanku.

Aku yakin perjalanan yang telah dan akan terlewati ini sudah termaktub dengan jelas, namun aku juga tahu, tekateki ini terlalu sulit untuk kumengerti, tekateki ini tak semudah memecahkan petak umpet.

Kawan, tolong bantu aku lewat sholat disepertiga akhir malammu. Sebutlah namaku dalam do’a khusyukmu, lewat air mata yang kau teteskan dipertengahan do’a ikhlas nan syahdumu. Ingatlah aku, untuk sekedar mengingat orang yang pengen bermetamorfosa menjadi lebih baik dari sebelumnya.